Hungr yang “Kalcer Abis”: Saat Kuliner, Anak Muda, dan Media Sosial Jadi Satu
Di dunia UMKM sekarang, rasa enak saja tidak cukup.
Banyak usaha mulai menggabungkan konsep yang lebih dekat dengan anak muda. Salah satunya adalah konsep “kalcer” ala Hungr. Hungr melihat tren ini semakin kuat. Alasannya adalah untuk membangun identitas yang sangat “anak muda”.
Apa Itu “Kalcer” dalam Hungr?
Konsep Kalcer adalah cara Hungr untuk berbicara, tampil, dan berinteraksi.
Dalam konteks UMKM Hungr, kalcer terlihat dari Gaya bahasa santai di media sosial, terutama di Instagram, Visual yang kekinian dan Cara berinteraksi yang tidak kaku Karena itu, Hungr lebih dekat dengan pelanggan.
Media Sosial yang “Anak Muda Banget”
Salah satu kekuatan utama Hungr ada di media sosial. Konten kami tidak formal. Sebaliknya malah santai dan relate. Hungr memakai cara komunikasi yang santai. Cara ini cocok untuk anak muda.
Yuk lihat sosial media Hungr Disini
Chef yang menjadikan Bagian dari Branding Hungr sukses
Biasanya, Chef hanya mengerjakan tugas memasak saja, tetapi di Hungr Chef justru ikut menjadi bagian dari branding Hungr.
Chef yang masih muda membawa energi berbeda:
1. Lebih ekspresif
2. Lebih dekat dengan pelanggan
3. Lebih mudah tampil di konten
4. Karena itu, pelanggan tidak hanya mengenal makanan, tetapi juga orang di baliknya.
Dampak Kalcer terhadap Penjualan
Konsep kalcer tidak hanya soal gaya. Selain itu, konsep ini juga berdampak langsung pada penjualan.
Konten yang menarik di media sosial membuat lebih banyak orang datang. Bahkan, banyak pelanggan tahu usaha ini dari internet.
Karena itu, kalcer bisa menjadi strategi yang efektif untuk menarik perhatian.
Kenapa Anak Muda Lebih Tertarik?
Anak muda cenderung menyukai sesuatu yang relatable. Mereka lebih aktif di media sosial. Selain itu, UMKM ini menggunakan konsep kalcer. Karena itu, konsep ini menarik.
UMKM Hungr memanfaatkan hal ini dengan baik. Gaya santai dan tidak kaku membuat brand terasa dekat. Dengan begitu, pelanggan tidak hanya membeli makanan. Mereka juga menikmati pengalaman. Hungr dengan konsep yang “kalcer abis” membuktikan satu hal. Konsep yang kuat membuat brand lebih mudah diingat.
Usaha bukan hanya soal produk. Tapi juga soal cara membangun koneksi.
Dengan konsep yang dekat dengan anak muda, usaha bisa lebih mudah dikenal dan diingat.
Yukk kenalan sama Hungr lebih jauh


